Dengan terus berkembangnya industri peternakan unggas, masalah pembuangan limbah peternakan menjadi semakin menonjol. Limbah pembenihan (seperti sisa telur, cangkang telur) dan ayam mati, jika tidak diolah dengan baik, tidak hanya akan mencemari lingkungan tetapi juga menyebabkan penyebaran patogen, sehingga berpotensi menimbulkan ancaman terhadap keamanan ekologi dan kesehatan manusia. Peralatan Pengolahan Tangki Kompos Limbah Pertanian Proses Fermentasi Limbah Penetasan Telur Limbah Peralatan pengolahan Ayam Mati memberikan solusi yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk pengolahan yang tidak berbahaya dan pemanfaatan sumber daya dari limbah tersebut.
| Model | 11FFG-55 | 11FFG-80 | 11FFG-100 | 11FFG-120 | 11FFG-140 | 11FFG-160 | 11FFG-220 | 11FFG-280 |
| Volume Tubuh | 55m³ | 80m³ | 100m³ | 120m³ | 140m³ | 160m³ | 220m³ | 280m³ |
| Kekuatan | 29,25kW | 34,25kW | 39,25kW | 43,75kW | 43,75kW | 43,75kW | 83,50kW | 112.00kW |
| Bahan Tubuh | Baja Tahan Karat-lapisan ganda | |||||||
| kapasitas penanganan | 3-4 ton | 5-6 ton | 6-8 ton | 8-10 ton | 10-12 ton | 12-14 ton | 16-19 ton | 20-24 ton |
| Tip: Kadar Air Kotoran Ayam Segar 60-75% | ||||||||
Prinsip Kerja

Mesin Kompos
Ikhtisar Peralatan Pengolahan Tangki Kompos Limbah Pertanian
Peralatan pengolah tangki kompos limbah pertanian adalah peralatan perlindungan lingkungan profesional yang dirancang untuk pengolahan terpusat berbagai limbah organik pertanian, terutama cocok untuk fermentasi dan pengomposan limbah penetasan, unggas mati, pupuk kandang, jerami tanaman, dan bahan lainnya. Ini mengintegrasikan fungsi pencampuran, aerasi, pemanasan, insulasi, dan pembuangan, mewujudkan pengolahan limbah tertutup mulai dari pengumpulan hingga pemanfaatan sumber daya, dan secara efektif memecahkan masalah emisi bau limbah, penyebaran patogen, dan pencemaran lingkungan.
Struktur inti peralatan ini terutama mencakup tangki kompos tertutup, sistem pencampuran dan pembubutan, sistem aerasi, sistem kontrol suhu, sistem pembuangan, dan sistem kontrol cerdas. Tangki kompos yang tersegel menggunakan bahan yang-tahan korosi,-tahan suhu tinggi, dan anti-kebocoran, yang dapat mencegah kebocoran air lindi dan bau limbah, serta menghindari polusi sekunder pada tanah dan udara di sekitarnya. Sistem pencampuran dan pembubutan dapat mengaduk bahan limbah sepenuhnya, membuat bahan bersentuhan secara merata dengan oksigen, sehingga mempercepat proses fermentasi; sistem aerasi secara terus menerus memasok oksigen ke tangki, menjaga lingkungan aerobik yang diperlukan untuk aktivitas mikroba; sistem pengatur suhu dapat secara otomatis menyesuaikan suhu internal tangki untuk memastikan bahwa proses fermentasi dilakukan pada suhu optimal (55-65 derajat), yang secara efektif dapat membunuh patogen, telur serangga, dan benih gulma dalam limbah; sistem kontrol cerdas mewujudkan pengoperasian otomatis seluruh peralatan, mengurangi intervensi manual dan meningkatkan efisiensi perawatan.
Tahap Fermentasi Aerobik
Tahap fermentasi aerobik merupakan inti dari keseluruhan proses, yang dibagi menjadi tiga fase: fase pemanasan, fase-suhu tinggi, dan fase pendinginan.
Pada fase pemanasan, mikroorganisme aerobik yang terdapat pada bahan (seperti bakteri, jamur, actinomycetes) mulai berkembang biak dalam jumlah besar dengan memanfaatkan bahan organik pada sampah sebagai nutrisi. Aktivitas metabolisme mikroorganisme melepaskan panas, yang menyebabkan suhu internal tangki naik secara bertahap dari suhu kamar hingga 55 derajat. Tahap ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari, dan fungsi utamanya adalah mengaktifkan mikroorganisme dan meletakkan dasar untuk fermentasi suhu tinggi selanjutnya.
Pada fase-suhu tinggi, ketika suhu di dalam tangki mencapai 55-65 derajat , ia memasuki masa fermentasi suhu tinggi yang berlangsung selama 3-5 hari. Pada suhu ini, sebagian besar bakteri patogen (seperti Salmonella, E. coli), telur serangga, dan benih gulma dalam limbah dapat dibunuh, sehingga pengolahan limbah tidak berbahaya. Selama periode ini, sistem pencampuran dan pembubutan serta sistem aerasi bekerja terus menerus: sistem pencampuran dan pembubutan mengaduk bahan setiap 4-6 jam agar bahan bersentuhan secara merata dengan oksigen, menghindari fermentasi anaerobik lokal (yang akan menghasilkan bau seperti hidrogen sulfida), dan memastikan bahwa fermentasi dilakukan dalam lingkungan aerobik; sistem aerasi menyuplai oksigen ke tangki pada laju aliran tertentu, menjaga kandungan oksigen dalam tangki pada 10-15%, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme aerob. Pada saat yang sama, sistem kontrol suhu memantau suhu internal tangki secara real time, dan menyesuaikan volume aerasi dan frekuensi pencampuran sesuai dengan perubahan suhu untuk menjaga suhu tetap stabil dalam kisaran optimal.
Pada fase pendinginan, setelah fermentasi-suhu tinggi, bahan organik dalam bahan pada dasarnya terurai, aktivitas metabolisme mikroorganisme melemah, dan pelepasan panas berkurang, sehingga suhu internal tangki secara bertahap turun hingga 40-50 derajat . Tahap ini berlangsung selama 2-3 hari, dan fungsi utamanya adalah menguraikan lebih lanjut sisa bahan organik dan menstabilkan sifat bahan.
Aplikasi




Sertifikasi

Kasus kerjasama


Fitur






Pameran


Pengiriman

Tag populer: peralatan pengolahan tangki kompos limbah pertanian limbah penetasan telur proses fermentasi limbah ayam mati, Cina peralatan pengolahan tangki kompos limbah pertanian limbah penetasan telur proses fermentasi limbah ayam mati produsen, pemasok, Tangki kompos kotoran hewan, kompos septik, Sistem Tangki Septic Kompos, sistem septik kompos sendiri, Tangki kompos stainless steel, Sistem septik kompos cacing


